21 Mei: Presiden Soeharto menyatakan berhenti

Suasana pembacaan pengunduran diri Presiden Soeharto (21/5/1998) — © Wikipedia

15 tahun yang lalu, Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya. Dalam , Kamis, 21 Mei 1998, presiden kedua RI yang telah memimpin Indonesia selama lebih dari 30 tahun (1967-1998) itu, secara implisit menyatakan kekecewaannya karena rencana membentuk Komite Reformasi dan merombak Kabinet Pembangunan ke-7 telah gagal.

Menurut catatan Kompas yang disimpan situs Center for Southeast Asian Studies, Northern Illinois University, salah satu penyebabnya adalah beberapa menteri senior dan politisi telah menarik dukungan. Selain itu, gelombang demonstrasi, kerusuhan, tekanan politik dan militer, serta pendudukan gedung DPR/MPR RI oleh mahasiswa dan para aktivis juga telah terjadi.

Salah satu naskah asli yang dibacakan di Credentials Room, Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, bisa dilihat di situs pribadi Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH. Saat itu, ia adalah Pembantu Asisten Khusus Mensesneg, Saadilah Mursjid. Ia yang menulis naskah pidato berjudul "Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia." Naskah lainnya tersimpan di Arsip Nasional RI.

Ralat: Istilah "pengunduran diri" telah disunting karena dapat menimbulkan pemahaman yang berbeda terhadap fakta sejarah.

    Komentar

    Diktator bagi banyak orang, pahlawan di mata yg lain. Yang jelas, warisan masalahnya buanyaaak..

    x
    x