Hujan bikin garam tak lagi asin
Hedi Novianto
Pembuatan garam tradisional membutuhkan pasir untuk menjaga kadar asin. Namun musim hujan yang terjadi saat ini menyebabkan kadar asin garam berkurang dan cepat habis. Demikian yang terjadi pada garam produksi Desa Blang Paseh, Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh.
Produksi para petani yang biasanya 70-80 kg per hari menurun seiring turunnya hujan yang membuat pasir terendam dan susut. "Kami libur kerja karena pasir sudah habis. Sebelumnya kami hanya mengerjakan pasir yang tersisa. Itu pun garam tidak terlalu asin," ujar Bachtiar, seorang petani di lancang garam Blang Paseh, Rabu (6/2/2013).
Subur Dani