Pesan politik melalui kutang

Ilustrasi: bra sebagai pesan dalam demo — © AR/Beritagar

Lihatlah ilustrasi. Tak cukup tempat untuk memuat kilas balik tentang kutang sebagai pesan politik, termasuk politik lokal. Yang terbaru: di Jakarta, politikus PKPI Indri Yuli Hartati (34), entah serius entah berseloroh, menjadikan bra sebagai bukti keseriusan mencalonkan diri sebagai legislator 2014, dua minggu lalu (20/9/2013).

Jika ditarik mundur, pelibatan celana dalam wanita ataupun beha sudah ada sejak akhir tahun 70-an. Bedanya dulu bukan ditujukan kepada pemerintah melainkan kepada pihak yang tak berani menentang pemerintah. Sampai kini pakaian dalam wanita diidentikkan dengan kepengecutan, ketidakberanian. Bahkan simbol ledekan itu pun dipakai oleh waria dan perempuan dalam berdemo.

Akhirnya juga melebar pesannya, demo menentang poligami pun dan menuntut pelayanan KTP pun membawa-bawa kutang dan celana dalam wanita.

    Komentar

    Seksualitas adalah bagian dari bahasa simbol orang Indonesia yang tidak bisa seartikulat orang Barat dalam penyampaian ide :D * sotoy*

    x
    x